Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri
Pada tanggal 23 Oktober 1976, pukul 15.00 WIB, bertempat di Vihāra Mahā Dhammaloka, Semarang, lima Bhikkhu putra Indonesia, disaksikan oleh para tokoh umat Buddha pada saat itu, mendeklarasikan berdirinya Saṅgha Theravāda Indonesia yang merupakan kelanjutan Saṅgha yang didirikan oleh Buddha Gotama lebih dari 2.500 tahun yang lalu, merupakan persamuhan para bhikkhu warga negara Indonesia yang telah menjalani upasampadā (penahbisan menjadi bhikkhu) menurut Dhammavinaya, serta melaksanakan Buddhadhamma berdasarkan kitab suci Tipiṭaka Pāli.



















Tekad umat Buddha dalam mewujudkan Rupang Buddha Nusantara.
Terinspirasi dari penemuan Rupang Buddha bersejarah di Candi sewu, kami menghadirkan kembali simbol kebajikan ini.
Pembuatan Rupang Buddha Nusantara diawali dengan proses pembuatan cetakan (mold) sebagai fondasi utama.
Untuk mewujudkan Rupang Buddha Nusantara, diadakan Upacara Pengecoran yang dilaksanakan di enam wilayah Perwakilan Nusantara, yaitu Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Bali, Pulau Sulawesi, Pulau Jawa, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Pembuatan rupang dilanjutkan dengan proses penyatuan agung bagian-bagian yang telah dicor di enam wilayah di Amertha Art Studio, Pati menjadi Rupang Buddha Nusantara.
Paripurna Buddha Rupang akan ditampilkan di Puncak Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia di ICE BSD - Tangerang Selatan pada 13 Desember 2026.

Simak dokumentasi upaya kolektif kami dalam mewujudkan Rupang Buddha Nusantara untuk memperingati Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia.
Perwakilan Pulau Sumatra
Perwakilan Pulau Kalimantan
Perwakilan Pulau Bali
Perwakilan Pulau Sulawesi
Perwakilan Pulau Jawa
Perwakilan Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Jejak langkah yang mungkin tak selalu terdengar, namun dampaknya terus hidup hingga kini. Dari satu generasi ke generasi selanjutnya, menapaki jalan mulia, bersumbangsih bagi negeri.